A. DEFINISI KONFLIK
Konflik berasal dari
bahasa latin configere yang berarti
saling memukul. Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak
yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain. Ada banyak yang bisa
melatar belakangi terjadinya konflik diantaranya adalah perbedaan pendapat,
tujuan, pemikiran dll. Ada beberapa pengertian konflik menurut para ahli
diantaranya adalah :
·
Menurut Killman dan Thomas (1978)
Konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan
antara nilai atau tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam individu
maupun dalam hubungan dengan orang lain.
·
Menurut wood dan Walance
Konflik adalah situasi dimana dua banyak orang
saling tidak setuju terhadap suatu
permasalahan yang menyangkut kepentingan individu ataupun kepentingan pribadi
sehingga menimbulkan permusuhan antara satu dengan yang lain.
·
Menurut Mineneri (1985)
Konflik merupakan interaksi antara dua atau lebih
pihak yang saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lain namun
terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
Dari
ketiga pengertian konflik yang di sampaikan para pakar diatas dapat disimpulkan
bahwa konflik adalah proses yang dinamis dan keberadaannya lebih banyak
menyangkut presepsi dari orang atau
pihak yang mengalami dan merasakannya. Dengan demikin jika suatu keadaan tidak
dirasa sebagai konflik, maka pada dasarnya konflik itu tidak ada dan begitu
juga sebaliknya.
B.JENIS DAN PENYEBAB
TERJADINYA KONFLIK
Faktor-Faktor Penyebab Konflik
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dalam
masyarakat adalah sebagai berikut...
- Perbedaan
indvidu; perbedaan pendirian dan perasaan
- Adanya
perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang
berbeda-beda pula. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola
pemikiran dan pendirian kelompoknya
- Adanya
perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok bisa menyangkut bidan
ekonomi, politik dan juga sosial.
- Terdapat
perubahan nilai yang cepat secara tiba-tiba dalam masyarakat
Jenis-Jenis Konflik
- Konflik
dalam diri individu (conflik within the individual), adalah konflik yang terjadi karena memilih tujuan yang
saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang terlampau banyak
untuk di tinggalkan.
- Konflik
antar-individu (conflik among individual), adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan
kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.
- Konflik
antar individu dan kelompok (conflik among individual and groups), adalah konflik yang terjadi karena terdapat individu
yang gagal beradaptasi dengan norma-norma kelompok dimana tempat ia
bekerja.
- Konflik
antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflik among groups in the
same organization) adalah
konflik yang terjadi karena setiap kelompok memiliki tujuan tersendiri dan
berbeda yang ingin di capai.
- Konflik
antar organisasi (conflik among organization), adalah konflik yang terjadi karena tindakan yang
dilakukan oleh anggota organisasi yang menimbulkan dampak negatif bagi
anggota organisasi lain.
- Konflik
antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflik among individual in
different organization), adalah
konflik yang terjadi karena sikap atau perilaku anggota organisasi yang
berdampak negatif anggota organisasi lain.
Dampak Positif dan Negatif
Konflik
Konflik tidak hanya memberikan hasil yang berakibat negatif
bagi masyarakat, namun konflik juga memberikan dampak yang berakibat positif
yang bermanfaat bagi masyarakat. Macam-macam dampak positif dan negatif konflik
adalah sebagai berikut...
Dampak Positif
Konflik
- Adanya
yang memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas
dipelajari
- Adanya
penyesuaian kembali norma dan nilai yang diserta dengan hubungan sosial
dalam kelompok yang bersangkutan.
- Jalan
untuk mengurangi ketegangan antarindividu dan antarkelompok
- Untuk
mengurangi atau menekan adanya pertentangan yang terjadi dalam masyarakat
- Membantu
menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru
Dampak Negatif
Konflik
- Meningkatkan
solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok
lain.
- Keretakan
hubungan antar anggota kelompok, seperti akibat konflik antarsuku
- Menimbulkan
perubahan kebribadian pada individu, seperti adanya rasa benci dan saling
curiga akibat perang
- Adanya
kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia
Terdapat domoniasi, juga penaklukan, yang terjadi pada salah
satu pihak yang terlibat dalam konflik.
C.FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PENDEKATAN KONFLIK
Dapat
dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu faktor intern dan faktor
ekstern. Dalam faktor intern dapat disebutkan beberapa hal :
1.
Kemantapan organisasi : Organisasi yang telah mantap lebih mampu
menyesuaikan diri sehingga tidak mudah terlibat konflik dan mampu
menyelesaikannya. Analoginya dalah seseorang yang matang mempunyai pandangan
hidup luas, mengenal dan menghargai perbedaan nilai dan lain-lain.
2.
Sistem nilai :Sistem nilai suatu organisasi ialah
sekumpulan batasan yang meliputi landasan maksud dan cara berinteraksi suatu
organisasi, apakah sesuatu itu baik, buruk, salah atau benar.
3.
TujuanTujuan suatu organisasi dapat menjadi dasar tingkah
laku organisasi itu serta para anggotanya.
4.
Sistem lain dalam organisasi : Seperti sistem komunikasi, sistem
kepemimpinan, sistem pengambilan keputusan, sisitem imbalan dan lain-lain.
Dalam hal sistem komunikasi misalnya ternyata
persepsi dan penyampaian pesan bukanlah soal yang mudah. Sedangkan faktor ekstern
meliputi :
1.
Keterbatasan sumber daya :Kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan
persaingan dan seterusnya dapat berakhir menjadi konflik.
2.
Kekaburan aturan/norma di
masyarakat: Hal ini memperbesar
peluang perbedaan persepsi dan pola bertindak.
3.
Derajat ketergantungan dengan pihak
lain :Semakin tergantung satu
pihak dengan pihak lain semakin mudah konflik terjadi.
4.
Pola interaksi dengan pihak lain :Pola yang bebas memudahkan pemamparan dengan
nilai-nilai ain sedangkan pola tertutup menimbulkan sikap kabur dan kesulitan
penyesuaian diri.
D. PENYELESAIAN
Tiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam Menangani dan Meyelesaikan Konflik.
Cara ini dipelajari sejak masih anak-anak dan tampaknya berfungsi secara
otomatis.
Dalam konflik selalu ada dua kepentingan utama, yaitu
sebagai berikut.
1.
Kepentingan untuk mencapai tujuan
pribadi. Misalnya, dalam hal ini Anda berada dalam konflik karena Anda
mempunyai tujuan pribadi yang bertentangan dengan tujuan orang lain. Tujuan
tersebut bisa sangat penting bagi diri Anda, tetapi bisa juga kurang penting.
2.
Kepentingan untuk tetap memelihara
hubungan baik dengan orang lain. Dalam hal ini, Anda harus mampu bekerja sama
secara efektif dengan orang tersebut pada masa yang akan datang. Hubungan itu
mungkin sangat penting bagi diri Anda, tetapi mungkin juga kurang penting.
Adanya
dua kepentingan yang berbeda tersebut dapat memengaruhi cara bertindak dalam
suatu konflik. Dengan melihat dua kepentingan tersebut, dapat diungkapkan dua
cara yang baikdalam menangani konflik,
yaitu sebagai berikut.
1.
Tawar-Menawar
Tawar-menawar ini cukup memperhatikan tujuan pribadi dan juga hubungannya
dengan orang lain. Orang seperti ini biasanya mencari kompromi, ia mengorbankan
sebagian tujuan pribadi dan membujuk orang lain yang berkonflik dengan dirinya
agar ikut berkorban juga. Tipe ini mencari penyelesaian terhadap konflik yang
menempatkan kedua belah pihak memperoleh sesuatu, seolah-olah bertemu di tengah
antara kedua kedudukan ekstrim (mementingkan tujuan pribadi dan mementingkan
hubungan dengan orang lain). Ia ingin mengorbankan sebagian tujuan pribadi
ataupun hubungannya dengan orang lain untuk mencapai persetujuan ke arah
kebaikan bersama.
Kolaborasi
Cara ini sangat menghargai tujuan pribadi dan hubungannya dengan orang lain. Ia
memandang konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan. Orang tipe ini
memandang konflik untuk meningkatkan hubungan dengan cara mengurangi ketegangan
kedua belah pihak. Ia berusaha memulai sesuatu pembicaraan yang dapat mengenali
konflik sebagai suatu masalah. Tipe ini memelihara hubungan dengan cara mencari
pemecahan yang memuaskan kedua belah pihak. Ia tidak akan merasa puas sampai
menemukan suatu penyelesaian yang dapat mencapai tujuan pribadinya dan tujuan
orang lain. Ia juga tidak akan merasa puas sampai ketegangan dan perasaan
negatif dapat diselesaikan sepenuhnya
A. DEFINISI KONFLIK
Konflik berasal dari
bahasa latin configere yang berarti
saling memukul. Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak
yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain. Ada banyak yang bisa
melatar belakangi terjadinya konflik diantaranya adalah perbedaan pendapat,
tujuan, pemikiran dll. Ada beberapa pengertian konflik menurut para ahli
diantaranya adalah :
·
Menurut Killman dan Thomas (1978)
Konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan
antara nilai atau tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam individu
maupun dalam hubungan dengan orang lain.
·
Menurut wood dan Walance
Konflik adalah situasi dimana dua banyak orang
saling tidak setuju terhadap suatu
permasalahan yang menyangkut kepentingan individu ataupun kepentingan pribadi
sehingga menimbulkan permusuhan antara satu dengan yang lain.
·
Menurut Mineneri (1985)
Konflik merupakan interaksi antara dua atau lebih
pihak yang saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lain namun
terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
Dari
ketiga pengertian konflik yang di sampaikan para pakar diatas dapat disimpulkan
bahwa konflik adalah proses yang dinamis dan keberadaannya lebih banyak
menyangkut presepsi dari orang atau
pihak yang mengalami dan merasakannya. Dengan demikin jika suatu keadaan tidak
dirasa sebagai konflik, maka pada dasarnya konflik itu tidak ada dan begitu
juga sebaliknya.
B.JENIS DAN PENYEBAB
TERJADINYA KONFLIK
Faktor-Faktor Penyebab Konflik
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dalam
masyarakat adalah sebagai berikut...
- Perbedaan
indvidu; perbedaan pendirian dan perasaan
- Adanya
perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang
berbeda-beda pula. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola
pemikiran dan pendirian kelompoknya
- Adanya
perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok bisa menyangkut bidan
ekonomi, politik dan juga sosial.
- Terdapat
perubahan nilai yang cepat secara tiba-tiba dalam masyarakat
Jenis-Jenis Konflik
- Konflik
dalam diri individu (conflik within the individual), adalah konflik yang terjadi karena memilih tujuan yang
saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang terlampau banyak
untuk di tinggalkan.
- Konflik
antar-individu (conflik among individual), adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan
kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.
- Konflik
antar individu dan kelompok (conflik among individual and groups), adalah konflik yang terjadi karena terdapat individu
yang gagal beradaptasi dengan norma-norma kelompok dimana tempat ia
bekerja.
- Konflik
antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflik among groups in the
same organization) adalah
konflik yang terjadi karena setiap kelompok memiliki tujuan tersendiri dan
berbeda yang ingin di capai.
- Konflik
antar organisasi (conflik among organization), adalah konflik yang terjadi karena tindakan yang
dilakukan oleh anggota organisasi yang menimbulkan dampak negatif bagi
anggota organisasi lain.
- Konflik
antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflik among individual in
different organization), adalah
konflik yang terjadi karena sikap atau perilaku anggota organisasi yang
berdampak negatif anggota organisasi lain.
Dampak Positif dan Negatif
Konflik
Konflik tidak hanya memberikan hasil yang berakibat negatif
bagi masyarakat, namun konflik juga memberikan dampak yang berakibat positif
yang bermanfaat bagi masyarakat. Macam-macam dampak positif dan negatif konflik
adalah sebagai berikut...
Dampak Positif
Konflik
- Adanya
yang memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas
dipelajari
- Adanya
penyesuaian kembali norma dan nilai yang diserta dengan hubungan sosial
dalam kelompok yang bersangkutan.
- Jalan
untuk mengurangi ketegangan antarindividu dan antarkelompok
- Untuk
mengurangi atau menekan adanya pertentangan yang terjadi dalam masyarakat
- Membantu
menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru
Dampak Negatif
Konflik
- Meningkatkan
solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok
lain.
- Keretakan
hubungan antar anggota kelompok, seperti akibat konflik antarsuku
- Menimbulkan
perubahan kebribadian pada individu, seperti adanya rasa benci dan saling
curiga akibat perang
- Adanya
kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia
Terdapat domoniasi, juga penaklukan, yang terjadi pada salah
satu pihak yang terlibat dalam konflik.
C.FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PENDEKATAN KONFLIK
Dapat
dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu faktor intern dan faktor
ekstern. Dalam faktor intern dapat disebutkan beberapa hal :
1.
Kemantapan organisasi : Organisasi yang telah mantap lebih mampu
menyesuaikan diri sehingga tidak mudah terlibat konflik dan mampu
menyelesaikannya. Analoginya dalah seseorang yang matang mempunyai pandangan
hidup luas, mengenal dan menghargai perbedaan nilai dan lain-lain.
2.
Sistem nilai :Sistem nilai suatu organisasi ialah
sekumpulan batasan yang meliputi landasan maksud dan cara berinteraksi suatu
organisasi, apakah sesuatu itu baik, buruk, salah atau benar.
3.
TujuanTujuan suatu organisasi dapat menjadi dasar tingkah
laku organisasi itu serta para anggotanya.
4.
Sistem lain dalam organisasi : Seperti sistem komunikasi, sistem
kepemimpinan, sistem pengambilan keputusan, sisitem imbalan dan lain-lain.
Dalam hal sistem komunikasi misalnya ternyata
persepsi dan penyampaian pesan bukanlah soal yang mudah. Sedangkan faktor ekstern
meliputi :
1.
Keterbatasan sumber daya :Kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan
persaingan dan seterusnya dapat berakhir menjadi konflik.
2.
Kekaburan aturan/norma di
masyarakat: Hal ini memperbesar
peluang perbedaan persepsi dan pola bertindak.
3.
Derajat ketergantungan dengan pihak
lain :Semakin tergantung satu
pihak dengan pihak lain semakin mudah konflik terjadi.
4.
Pola interaksi dengan pihak lain :Pola yang bebas memudahkan pemamparan dengan
nilai-nilai ain sedangkan pola tertutup menimbulkan sikap kabur dan kesulitan
penyesuaian diri.
D. PENYELESAIAN
Tiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam Menangani dan Meyelesaikan Konflik.
Cara ini dipelajari sejak masih anak-anak dan tampaknya berfungsi secara
otomatis.
Dalam konflik selalu ada dua kepentingan utama, yaitu
sebagai berikut.
1.
Kepentingan untuk mencapai tujuan
pribadi. Misalnya, dalam hal ini Anda berada dalam konflik karena Anda
mempunyai tujuan pribadi yang bertentangan dengan tujuan orang lain. Tujuan
tersebut bisa sangat penting bagi diri Anda, tetapi bisa juga kurang penting.
2.
Kepentingan untuk tetap memelihara
hubungan baik dengan orang lain. Dalam hal ini, Anda harus mampu bekerja sama
secara efektif dengan orang tersebut pada masa yang akan datang. Hubungan itu
mungkin sangat penting bagi diri Anda, tetapi mungkin juga kurang penting.
Adanya
dua kepentingan yang berbeda tersebut dapat memengaruhi cara bertindak dalam
suatu konflik. Dengan melihat dua kepentingan tersebut, dapat diungkapkan dua
cara yang baikdalam menangani konflik,
yaitu sebagai berikut.
1.
Tawar-Menawar
Tawar-menawar ini cukup memperhatikan tujuan pribadi dan juga hubungannya dengan orang lain. Orang seperti ini biasanya mencari kompromi, ia mengorbankan sebagian tujuan pribadi dan membujuk orang lain yang berkonflik dengan dirinya agar ikut berkorban juga. Tipe ini mencari penyelesaian terhadap konflik yang menempatkan kedua belah pihak memperoleh sesuatu, seolah-olah bertemu di tengah antara kedua kedudukan ekstrim (mementingkan tujuan pribadi dan mementingkan hubungan dengan orang lain). Ia ingin mengorbankan sebagian tujuan pribadi ataupun hubungannya dengan orang lain untuk mencapai persetujuan ke arah kebaikan bersama.
Tawar-menawar ini cukup memperhatikan tujuan pribadi dan juga hubungannya dengan orang lain. Orang seperti ini biasanya mencari kompromi, ia mengorbankan sebagian tujuan pribadi dan membujuk orang lain yang berkonflik dengan dirinya agar ikut berkorban juga. Tipe ini mencari penyelesaian terhadap konflik yang menempatkan kedua belah pihak memperoleh sesuatu, seolah-olah bertemu di tengah antara kedua kedudukan ekstrim (mementingkan tujuan pribadi dan mementingkan hubungan dengan orang lain). Ia ingin mengorbankan sebagian tujuan pribadi ataupun hubungannya dengan orang lain untuk mencapai persetujuan ke arah kebaikan bersama.
Cara ini sangat menghargai tujuan pribadi dan hubungannya dengan orang lain. Ia memandang konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan. Orang tipe ini memandang konflik untuk meningkatkan hubungan dengan cara mengurangi ketegangan kedua belah pihak. Ia berusaha memulai sesuatu pembicaraan yang dapat mengenali konflik sebagai suatu masalah. Tipe ini memelihara hubungan dengan cara mencari pemecahan yang memuaskan kedua belah pihak. Ia tidak akan merasa puas sampai menemukan suatu penyelesaian yang dapat mencapai tujuan pribadinya dan tujuan orang lain. Ia juga tidak akan merasa puas sampai ketegangan dan perasaan negatif dapat diselesaikan sepenuhnya













